Jakarta – Pemerintah menyiapkan strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen pada 2027 sebagai salah satu langkah utama mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Upaya tersebut akan ditempuh melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendorong investasi yang produktif dan berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peningkatan investasi menjadi salah satu kunci untuk membawa pertumbuhan ekonomi nasional ke level yang lebih tinggi. Pemerintah akan mengambil peran sebagai katalis melalui kebijakan fiskal, sementara sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama aktivitas investasi dan Danantara diarahkan untuk memperkuat investasi pada sektor-sektor strategis.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027 dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen. Target ini akan dicapai melalui kolaborasi Pemerintah, Swasta dan Danantara,” ujar Purbaya.
Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkan peran APBN sebagai katalis untuk mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mempercepat investasi. Kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, serta kondisi likuiditas yang mendukung penyaluran kredit dan aktivitas dunia usaha.
Fundamental ekonomi nasional dinilai masih cukup kuat untuk menopang akselerasi tersebut. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara kumulatif. Selain itu, neraca perdagangan Januari hingga Juni 2026 masih mencatat surplus dan cadangan devisa hingga Juli 2026 mencapai 145,3 miliar dolar AS.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kepastian bagi investor. Pemerintah terus mendorong masuknya investasi berkualitas, termasuk melalui penguatan peran Danantara dalam menarik investasi strategis dan mengembangkan proyek prioritas.
“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan,” ujar Airlangga.
Ia juga menyampaikan bahwa Danantara diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menarik investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, mengembangkan proyek prioritas, meningkatkan transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja. Penguatan investasi juga diarahkan untuk mendukung hilirisasi dan memperkuat rantai pasok nasional.