Oleh: Dhita Karuniawati )*

Papua memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui pembangunan yang berkelanjutan di berbagai bidang. Upaya mewujudkan Papua yang damai, aman, dan sejahtera membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai kelompok sosial yang hidup dan berkembang di Tanah Papua.

Keamanan dan ketertiban menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan ruang pembangunan yang berkelanjutan. Kondisi sosial yang aman memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, sementara pemerintah dapat melaksanakan berbagai program pembangunan secara lebih optimal, mulai dari pendidikan, infrastruktur, kesehatan, ekonomi kerakyatan hingga pemberdayaan masyarakat.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Presidium Pemuda Adat Tabi (PPAT) Kota Jayapura, Frank Reynold Tjoe, menyampaikan dukungan terhadap pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan di seluruh wilayah Papua. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan landasan penting agar pembangunan yang dirancang pemerintah dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Frank menilai pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta berbagai program sosial kemasyarakatan. Karena itu, menurut dia, kondisi yang aman perlu dijaga secara bersama-sama agar berbagai agenda pembangunan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Dalam pandangannya, pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga suasana damai di Papua. Generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat yang menikmati hasil pembangunan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan lingkungan sosial yang kondusif.

Frank mengajak pemuda Papua dan seluruh masyarakat yang tinggal di Tanah Papua untuk mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Ia menilai dukungan masyarakat terhadap program pemerintah akan semakin kuat apabila disertai kesadaran untuk menjaga hubungan sosial dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab. Perkembangan media sosial membuat informasi dapat tersebar dengan cepat, termasuk informasi yang belum terverifikasi. Dalam situasi seperti itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memecah belah kehidupan sosial.

Frank mengingatkan bahwa isu yang tidak bertanggung jawab dapat memperburuk hubungan antarmasyarakat dan berpotensi memicu konflik. Karena itu, masyarakat perlu mengedepankan sikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima, terutama informasi yang mengandung provokasi, kebencian, atau berpotensi memperuncing perbedaan.

Menjaga perdamaian juga membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat. Perbedaan latar belakang tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat Papua untuk hidup berdampingan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dibangun melalui sikap saling menghormati, dialog, dan kerja sama.

Dalam konteks tersebut, semangat persatuan menjadi bagian penting dari upaya mendorong Papua yang damai dan maju dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembangunan akan lebih mudah dilakukan ketika masyarakat memiliki ruang yang aman untuk bekerja, belajar, berusaha, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Frank juga mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai perdamaian yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial di Papua. Ia mengingatkan bahwa Papua dikenal sebagai Tanah Injil sehingga masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk memelihara kedamaian, kehidupan bersama, dan hubungan antarsesama.

Ajakan tersebut juga menekankan pentingnya membangun masa depan Papua secara bersama-sama. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, sementara masyarakat memiliki peran untuk menjaga lingkungan sosial agar tetap kondusif. Kolaborasi keduanya menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Keamanan, dengan demikian, bukan hanya persoalan aparat atau pemerintah. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi masyarakat. Pemuda, khususnya, dapat mengambil peran melalui kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta penyebaran informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Papua yang damai membutuhkan masyarakat yang mampu menahan diri dari provokasi dan mengutamakan penyelesaian persoalan melalui dialog. Papua yang maju juga membutuhkan masyarakat yang aktif memanfaatkan kesempatan pembangunan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Pesan dari Kota Jayapura tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial. Dengan hidup berdampingan, memperkuat persaudaraan, menjaga ketertiban, dan mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, cita-cita menghadirkan Papua yang aman, sejahtera, dan maju dapat terus diupayakan.

Dalam bingkai NKRI, perdamaian menjadi prasyarat penting bagi pembangunan. Ketika keamanan terjaga dan masyarakat dapat hidup berdampingan, ruang untuk membangun pendidikan, ekonomi, infrastruktur, serta kesejahteraan sosial akan semakin terbuka. Karena itu, menjaga Papua tetap damai bukan hanya kebutuhan saat ini, tetapi juga investasi sosial untuk masa depan generasi Papua.

Karena itu, penguatan persatuan perlu berjalan seiring dengan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ruang dialog, gotong royong, dan partisipasi publik perlu terus diperluas agar setiap warga dapat berkontribusi menjaga kedamaian sekaligus mendorong kemajuan Papua bagi generasi sekarang dan mendatang secara bersama dan berkelanjutan, damai.

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia