PAPUA – Pemerintah terus mendorong terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Papua sebagai fondasi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, upaya menjaga kedamaian diperkuat dengan pendekatan dialogis, pencegahan gangguan keamanan, serta penguatan persatuan.

Komitmen tersebut terlihat dalam patroli gabungan TNI-Polri di Kampung Ugapuga dan Idakebo, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan untuk mengantisipasi gangguan keamanan, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Kapolres Dogiyai Kompol Dr. Piter Kendek mengatakan, pendekatan dialogis menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga.

“Kehadiran TNI-Polri bukan hanya untuk melakukan pemeriksaan, tetapi juga mendengar langsung kondisi dan persoalan yang dihadapi warga,” ujar Piter, Minggu (25/10).

Dalam patroli tersebut, puluhan personel TNI-Polri menyisir kedua kampung menggunakan enam kendaraan roda empat. Petugas mengamankan dua pisau, satu parang, dan satu katapel untuk penanganan lebih lanjut.

Piter menegaskan bahwa keamanan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. “Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI-Polri, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh warga,” katanya.

Pendekatan yang mengutamakan dialog tersebut mencerminkan pentingnya kehadiran aparat yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah preventif dan komunikasi terbuka diharapkan mampu mencegah potensi konflik sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Dukungan terhadap terciptanya kedamaian juga disuarakan tokoh masyarakat adat Tolikara, Karmin Yikwa. Ia menilai stabilitas keamanan merupakan modal penting untuk menjamin masa depan generasi muda Papua. Lingkungan yang aman memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, masyarakat mengembangkan usaha, serta program pembangunan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Di tengah berbagai tantangan keamanan, masyarakat juga diimbau tidak mudah terpengaruh provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi. Penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai ketentuan hukum.

Dengan memperkuat sinergi aparat, pemerintah, dan masyarakat adat, Papua memiliki peluang lebih besar untuk menjaga persatuan serta mendorong kemajuan daerah. Keamanan yang berkelanjutan, pelayanan publik yang optimal, dan partisipasi masyarakat menjadi modal penting mewujudkan Papua yang damai, maju, dan sejahtera.