Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat
Jakarta — Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pembangunan manusia terus menjadi salah satu agenda penting pemerintah. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga diperkuat melalui kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan inklusif.
Survei Indonesia Network Election Survey (INES) mencatat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo mencapai 79,3 persen, sementara tingkat kepercayaan masyarakat berada pada 82,1 persen. Capaian tersebut mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kepentingan publik.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Sekretariat Wakil Presiden, Eddy Cahyono Sugiarto, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan pembangunan manusia berjalan optimal.
“Koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk dalam mempercepat penurunan stunting agar kebijakan pembangunan manusia dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” ujar Eddy.
Pembangunan manusia dilakukan secara menyeluruh dengan memastikan masyarakat memperoleh kesempatan yang setara untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam proses tersebut, kerukunan umat menjadi modal sosial penting karena mampu menciptakan stabilitas dan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan berbagai program pemerintah.
Sektor pendidikan turut menjadi perhatian. Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekayaan negara harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui perluasan akses pendidikan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan Sekolah Rakyat.
“Hari ini kita berhasil melihat dan meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insyaallah akan tercapai,” ujar Presiden Prabowo.
Pemerataan pendidikan diharapkan membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk meningkatkan kapasitas dan taraf hidup.
Di sisi lain, kerukunan umat turut membentuk lingkungan sosial yang inklusif bagi generasi muda. Nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang unggul, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, pembangunan manusia pun diarahkan berjalan seiring dengan penguatan kualitas sosial masyarakat. Kerukunan umat menjadi penopang penting agar agenda pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan dapat memberikan manfaat yang semakin luas. (*)


0 Comment