JAKARTA – Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, pemerintah mencatat capaian positif melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah. Program tersebut telah menjangkau 8.824.185 peserta didik di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota. Capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas layanan kesehatan preventif sekaligus memperkuat deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah.

Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan bahwa CKG Sekolah dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan peserta didik, baik dari aspek fisik maupun mental.

“Sejak Januari hingga Juli 2026, CKG Sekolah sudah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota,” ujar Kurnia.

Ia menjelaskan bahwa layanan pemeriksaan meliputi berbagai aspek kesehatan yang penting bagi tumbuh kembang anak.

“Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan pada anak, yaitu tingkat aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga kejiwaan,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pemerintah menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Karies gigi menjadi temuan terbanyak dengan angka 40,8 persen, disusul anemia pada remaja putri sebesar 27,3 persen, hipertensi 21,7 persen, serumen impaksi 6,9 persen, dan obesitas 6,7 persen.

Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah agar berbagai gangguan kesehatan dapat ditangani lebih dini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa CKG merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah punya begitu banyak program untuk menyiapkan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang di bawah desil-1 dan desil-2 juga dijamin aksesnya. Tapi di saat yang sama juga menyiapkan SDM yang kompetitif,” tegas Pratikno.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga terus memperkuat layanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit daerah, peningkatan jumlah dokter spesialis, serta percepatan penanganan stunting, tuberkulosis, dan lepra.

Di bidang pendidikan, revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran juga terus dipercepat guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Melalui perluasan Program CKG Sekolah yang didukung berbagai kebijakan di sektor kesehatan dan pendidikan, pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.