Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan menyusul jatuhnya perayaan malam takbir Idulfitri yang berdekatan dengan hari suci Nyepi tahun ini. Momentum langka ini diharapkan menjadi bukti nyata kuatnya toleransi dan harmoni antarumat beragama di Indonesia.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam keterangannya menjelaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi dinamika yang muncul karena waktu yang berdekatan antara perayaan Nyepi dan malam takbiran. Menurutnya, koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Bali guna menjaga keharmonisan antarumat beragama.

“Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara-suara berisik, tidak boleh ada kendaraan dan sebagainya padahal malam itu juga ada teman-teman kita takbir,” ujar Menag.

Ia menuturkan bahwa hasil koordinasi menunjukkan adanya kesepakatan bersama agar kedua perayaan keagamaan tersebut tetap dapat berjalan dengan saling menghormati. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali dan tokoh masyarakat telah menyepakati mekanisme pelaksanaan takbiran yang disesuaikan dengan ketentuan Nyepi.

“Takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi, cuma syaratnya ya Nyepi-nya berjalan tapi takbirnya juga berjalan, cuma tidak pakai _sound system_ dan dibatasi waktunya juga dari jam 6 sampai jam 9,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menjaga suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama, terutama dalam momentum hari-hari besar keagamaan yang berdekatan waktunya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster telah menggelar rapat koordinasi bersama majelis agama se-Bali guna membahas pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Gubernur Koster mengatakan pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri dapat berlangsung khidmat, aman, serta tetap menjaga kenyamanan masyarakat.

Ia menegaskan seluruh pihak sepakat menjaga toleransi serta keharmonisan antarumat beragama di Bali.

“Kesepakatannya supaya semuanya berjalan dengan baik, saling menghormati satu sama lain serta menjaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antarumat,” tegasnya.

Ia juga memastikan seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi dan Takbiran yang telah disepakati tetap berlaku dan tidak mengalami perubahan meskipun masih menunggu kepastian tanggal Hari Raya Idul Fitri dari pemerintah pusat. Dengan koordinasi tersebut, diharapkan pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri di Bali dapat berlangsung lancar dengan semangat saling menghormati antarumat beragama.