Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan dan distribusi bantuan pangan bagi masyarakat menjelang Ramadan 1447 H.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa ketersediaan stok beras nasional dalam kondisi aman untuk mendukung program ini. Keyakinan tersebut didasari oleh proyeksi peningkatan produksi beras pada awal tahun 2026.

“Diperkirakan dengan kenaikan produksi yang ada, (pasokan bagi) bantuan sosial beras itu mencukupi,” ujar Airlangga.

Lanjutnya, bantuan pangan merupakan stimulus konsumsi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama bulan puasa.

“Terkait dengan bantuan pangan untuk memperluas daya beli dan memperkuat dari sisi permintaan, pemerintah menyalurkan bantuan pangan yaitu bentuk bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan, target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4,” kata Airlangga.

Senada, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menyampaikan, bantuan pangan ini disiapkan untuk memperkuat daya beli masyarakat pada desil 1 sampai dengan desil 4 berupa beras 10 kilogram dan dua liter minyak goreng per bulan.

“Paket stimulus ini merupakan intervensi fiskal yang terukur dan tepat sasaran untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat mobilitas pada periode Ramadan dan Idulfitri,” ujar Febrio Kacaribu.

Bantuan tersebut direncanakan disalurkan untuk dua bulan sekaligus pada awal Ramadhan untuk menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga sekaligus mendukung pengendalian inflasi pangan pada periode meningkatnya permintaan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan stimulus untuk mobilitas masyarakat pada momen Idulfitri 2026 melalui pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) atas tiket pesawat domestik kelas ekonomi, diskon tiket, serta skema flexible working arrangement (FWA) bagi ASN dan pekerja swasta.

“Paket stimulus ini merupakan intervensi fiskal yang terukur dan tepat sasaran untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat mobilitas pada periode Ramadan dan Idulfitri,” ujar Febrio Kacaribu.

Program bantuan pangan ini disambut positif oleh berbagai kalangan karena dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kebijakan ini juga diharapkan dapat meredam potensi inflasi pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.