8 November 2026
2801207633-1024x683

Jakarta,- Anggota Komisi XII DPR RI, Jamaludin Malik, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kendali atas perdagangan komoditas strategis. Melalui mekanisme ekspor langsung, Indonesia dapat meningkatkan efektivitas transaksi sekaligus memperkuat posisi sebagai produsen yang memiliki peran penting dalam rantai pasok global.

“Indonesia harus semakin percaya diri dalam mengelola perdagangan sumber daya alamnya. Ekspor langsung merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional sekaligus memastikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi bangsa sendiri,” ujar Jamaludin.

Menurutnya, pengiriman komoditas secara langsung kepada negara tujuan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas perdagangan. Kebijakan tersebut juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas jaringan perdagangan dan membangun kemitraan internasional yang lebih kuat.

Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu terus meningkatkan kapasitas perdagangan nasional agar mampu memaksimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ekspor langsung dapat menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan kontribusi sektor komoditas terhadap perekonomian nasional.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, yang melihat ekspor langsung memiliki manfaat ekonomi strategis. Mekanisme ini dinilai dapat meningkatkan transparansi transaksi, memperkuat hubungan bisnis dengan pembeli akhir, serta memberikan ruang lebih luas bagi Indonesia untuk mengoptimalkan nilai perdagangan komoditasnya.

“Ekspor langsung memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan transparansi transaksi, memperkuat hubungan dengan pembeli akhir, dan mengoptimalkan nilai ekonomi dari komoditas yang diperdagangkan,” kata Satya.

Satya menjelaskan bahwa hubungan langsung antara eksportir nasional dan pembeli akhir dapat memperkuat posisi tawar Indonesia dalam menentukan skema transaksi yang saling menguntungkan. Selain itu, pola perdagangan tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi rantai distribusi dan membuka peluang kerja sama jangka panjang di pasar internasional.

Ia juga menilai arah kebijakan yang didorong Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memiliki landasan ekonomi yang kuat. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui langkah tersebut, Indonesia berpeluang memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan daya saing komoditas, dan memperluas manfaat perdagangan internasional. Kekayaan sumber daya alam harus menjadi modal strategis untuk memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia, demikian arah yang diharapkan dari penguatan kebijakan ekspor langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *