*Dewan Ekonomi Nasional: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga*

Ditengah gejolak global, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih diatas 5 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan banyak negara. Hal itu disampaikan oleh anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mochammad Firman Hidayat
dalam sebuah dialog bertema “Dua tahun Pemerintahan Prabowo Gibran Sentuh Kepentingan Masyarakat” yang diselenggarakan oleh stasiun televisi swasta nasional di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Mochammad Firman Hidayat (Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengatakan capaian 2 tahun pemerintahan Pak Presiden Prabowo-Gibran terutama dari sisi ekonomi, pertama mungkin harus lihat konteks ekonomi global yang dihadapi. Dalam dua tahun terakhir sebenarnya ketidakpastian yang dihadapi itu sangat tinggi dan tertinggi sepanjang sejarah.

“Dihadapkan pada berbagai tantangan tadi, saya kira yang perlu di-highlight adalah ekonomi Indonesia masih cukup resiliensi. Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi masih tumbuh di atas 5 persen, ini relatif jauh lebih baik dibandingkan dengan banyak negara” ujarnya.

Sebelumnya Indonesia dihadapkan pada tarif Trump yang mengejutkan semua pihak, tetapi Indonesia akhirnya bisa dapat tarif yang relatif lebih baik sehingga ekspor utama yang terkait dengan padat karya juga masih bisa bertahan.

Lebih lanjut Mochammad Firman Hidayat menyampaikan bahwa perang Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga minyak dan Elnino memiliki dampak yang cukup tinggi.

“kita juga sekarang dihadapkan pada perang Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak naik cukup tinggi, lebih dari USD 110 per barel pada hari ini” Dan juga kita dihadapkan pada situasi di mana El Nino mencapai rekor tertinggi juga dalam sejarah gitu ya dalam 1.000 tahun ini merupakan El Nino yang terkuat” katanya.

Disampaikan di pengantar lihat tingkat pengangguran terbuka juga terus menurun di 4,65, tingkat kemiskinan juga masih relatif terus menurun terus membaik.

Kiranya ini menunjukkan Indonesia tetap bisa resiliensi dan ini merupakan satu capaian yang baik di tengah tantangan global yang saat ini benar-benar tidak mudah dan sekali lagi tadi ketidakpastiannya tertinggi sepanjang sejarah.