Oleh: Dwi Saputri)*

Hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebanyak 65,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah. Temuan ini menjadi gambaran bahwa berbagai kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah memperoleh penerimaan positif dari masyarakat, khususnya program yang berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar.

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menjelaskan, survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2,83 persen. Survei melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 desa/kelurahan, dan 120 rumah tangga yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. Dengan cakupan responden tersebut, hasil survei memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, meskipun interpretasinya tetap perlu mempertimbangkan batas metodologis penelitian.

Selain tingkat kepuasan, survei PPI mencatat bahwa 67 persen responden optimistis pemerintah mampu menjalankan kewajibannya dengan baik. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo secara khusus mencapai 65,2 persen, terdiri atas 62,3 persen responden yang menyatakan puas dan 2,9 persen yang menyatakan sangat puas. Angka tersebut memperlihatkan bahwa penilaian terhadap Presiden secara umum sejalan dengan evaluasi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan.

Salah satu aspek penting dari hasil survei tersebut adalah penilaian masyarakat terhadap program pemerintah yang dianggap paling baik. Bantuan sosial (bansos) menempati urutan pertama, disusul Sekolah Rakyat pada posisi kedua dan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada posisi ketiga. Program sekolah gratis hingga perguruan tinggi berada di urutan keempat, sedangkan layanan cek kesehatan gratis menempati urutan kelima. Urutan ini menunjukkan bahwa program yang berkaitan dengan perlindungan sosial, pendidikan, pemenuhan gizi, dan akses kesehatan menjadi bagian penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Bansos menjadi program yang paling banyak disebut oleh responden yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah. Penilaian tersebut antara lain didasarkan pada persepsi bahwa bantuan sosial semakin banyak disalurkan. Selain itu, penegakan hukum terhadap koruptor juga dinilai semakin baik. Kedua aspek ini memperlihatkan bahwa kepuasan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan manfaat ekonomi yang dirasakan secara langsung, tetapi juga dengan harapan terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum yang adil.

Dalam konteks kebijakan publik, tingginya apresiasi terhadap bansos menunjukkan pentingnya keberlanjutan program perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari peningkatan jumlah bantuan. Ketepatan sasaran, transparansi penyaluran, serta dampaknya terhadap kesejahteraan penerima juga perlu menjadi perhatian. Dengan demikian, bantuan sosial dapat berfungsi bukan sekadar sebagai penyangga kebutuhan jangka pendek, melainkan juga sebagai bagian dari upaya mengurangi kerentanan ekonomi masyarakat.

Apresiasi publik terhadap kinerja pemerintah juga tercermin dari penilaian masyarakat terhadap sejumlah menteri dan pejabat negara. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas berkat keberhasilannya yang dinilai berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan. Di urutan kedua, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menempati posisi ketiga, didorong oleh persepsi positif masyarakat terhadap kontribusinya dalam perkembangan tim nasional sepak bola Indonesia serta keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Penilaian ini menunjukkan bahwa publik cenderung memberikan apresiasi kepada pejabat yang dinilai mampu menghadirkan hasil kerja konkret dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat.

Penilaian tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat memberikan perhatian terhadap hasil kerja yang dinilai konkret dan mudah dikenali. Ketahanan pangan berkaitan dengan ketersediaan kebutuhan pokok, sedangkan sepak bola memiliki daya tarik luas yang dapat membangun kebanggaan nasional. Adapun penilaian terhadap Sekretaris Kabinet menunjukkan adanya apresiasi terhadap pola kerja pejabat yang dipersepsikan efektif. Meski demikian, peringkat popularitas dalam survei tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan capaian kinerja masing-masing pejabat, sehingga tetap perlu dilengkapi evaluasi berdasarkan indikator yang terukur.

Secara keseluruhan, hasil survei PPI memberikan gambaran positif terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Tingkat kepuasan mayoritas responden dan optimisme masyarakat menunjukkan bahwa berbagai program pemerintah, khususnya di bidang bantuan sosial, pendidikan, pemenuhan gizi, dan layanan kesehatan, memperoleh apresiasi publik. Capaian tersebut patut diapresiasi sebagai wujud upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah diharapkan dapat mempertahankan capaian positif tersebut dengan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta memastikan setiap kebijakan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, konsistensi dalam penegakan hukum, penguatan ketahanan pangan, dan pemerataan akses pelayanan publik perlu terus menjadi prioritas. Dengan komitmen dan kinerja yang semakin baik, kepercayaan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi landasan bagi terwujudnya pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

)* Pemerhati isu sosial – ekonomi