PAPUA TENGAH — Pernyataan yang mengatasnamakan Komando Daerah Pertahanan (Kodap) X Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) beredar di media sosial. Pernyataan tersebut secara khusus menyoroti penembakan di Jila pada 17 Agustus 2026 dan menyebut peristiwa tersebut bertentangan dengan pihak yang disebut sebagai Pangdam 10 Kenyam, Papua Barat.

Pernyataan itu tercantum dalam surat bernomor 18 dengan perihal “Surat Keterangan Penembakan di Jila Tanggal 12-17 Agustus 2026”. Dalam rekaman yang beredar, surat tersebut disebut sebagai keterangan dari pimpinan pusat TPN atau OPM Papua Barat mengenai persoalan penembakan di Jila pada 17 Agustus 2026.

Kodap X dalam pernyataannya menyoroti adanya persoalan terkait surat keterangan pimpinan pusat TPN atau OPM Papua Barat tersebut. Pernyataan itu kemudian menyebut bahwa persoalan penembakan di Jila bertentangan dengan pihak yang disebut sebagai Pangdam 10 Kenyam.

Sorotan tersebut menjadi bagian utama dari pernyataan Kodap X yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pihak yang menyampaikan pernyataan juga mempertanyakan siapa yang mengajukan protes serta berasal dari organisasi mana.

“Siapa yang protes dan dari organisasi mana,” demikian pernyataan yang terdengar dalam rekaman yang beredar di media sosial.

Pernyataan itu kemudian menyebut bahwa pihak yang disebut sebagai Pangdam 10 Kenyam siap menghadapi siapa pun. Dalam rekaman yang sama, disebutkan pula bahwa Pangdam 10 Kenyam merupakan pemekaran dari Pangdam III Papua dan dikaitkan dengan Kompi B.

Pernyataan Kodap X tersebut memperlihatkan adanya sorotan terhadap persoalan penembakan di Jila sekaligus mempertanyakan pihak yang disebut berkaitan dengan surat keterangan mengenai peristiwa tersebut. Isi pernyataan juga menyinggung struktur dan hubungan organisasi yang disebut dalam lingkungan TPN-OPM.

Dengan demikian, pernyataan yang beredar di media sosial tersebut menempatkan penembakan di Jila sebagai persoalan yang disebut bertentangan dengan pihak yang disebut Pangdam 10 Kenyam. Pernyataan itu sekaligus memuat pertanyaan mengenai pihak yang melakukan protes dan organisasi yang berada di baliknya.