PAPUA – Komitmen pemerintah mempercepat pembangunan di Papua terus diwujudkan melalui berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Sejumlah pemerintah daerah dan tokoh adat menilai pembangunan yang berlangsung menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendorong pemerataan kesejahteraan hingga ke wilayah pedalaman.

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor pangan, dan pengembangan industri berbasis potensi daerah. Program pengembangan sawah skala besar serta perkebunan tebu terintegrasi bioetanol dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

“Tujuan utama pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semua negara melakukan pembangunan dengan satu tujuan, yaitu agar rakyatnya hidup lebih sejahtera,” ujar Apolo.

Menurutnya, proyek bioetanol yang tengah berjalan telah menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja dan ditargetkan meningkat menjadi 15 ribu pekerja pada 2027. Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga meminta agar sekitar 80 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal oleh OAP. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, setiap proyek tetap diwajibkan memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan dan melaksanakan pemantauan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan yang bertanggung jawab.

Dukungan terhadap PSN juga datang dari tokoh adat di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Kepala Suku Derinus Tabuni dan Tenius Kogoya menggelar sosialisasi mengenai manfaat PSN yang dirangkaikan dengan pembagian ratusan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Pembangunan merupakan kebutuhan bersama yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” kata Derinus Tabuni.

Sementara itu, Tenius Kogoya menegaskan bahwa masyarakat Papua harus menjadi pelaku utama pembangunan sehingga manfaat peningkatan infrastruktur, pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja dapat dirasakan secara merata. Menurutnya, pembangunan yang inklusif akan memperkuat persatuan, membuka ruang investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Papua.

Sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, dan tokoh adat menunjukkan bahwa pembangunan di Papua tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, berbagai Proyek Strategis Nasional diharapkan mampu menjadi fondasi bagi Papua yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing sebagai bagian penting dari pembangunan Indonesia.