Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut kini memasuki tahap pengembangan baru dengan penambahan puluhan ribu siswa untuk tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini dinilai menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat pemerataan pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan dirinya melaporkan perkembangan sejumlah program strategis di Kementerian Sosial, termasuk pemutakhiran data sosial, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, dan perkembangan Sekolah Rakyat.

“Pertama, soal pemutakhiran data. Yang kedua soal bansos tepat sasaran, dan yang ketiga adalah soal sekolah rakyat. Itu tiga yang mau kami laporkan tentang perkembangan-perkembangan yang sudah kami lakukan,” kata Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperkuat keadilan sosial di bidang pendidikan. Sekolah ini dirancang sebagai pendidikan berasrama gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan yang layak sekaligus pembinaan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan.

Pemerintah menilai bahwa pendidikan berkualitas harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, penguatan Sekolah Rakyat dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Gus Ipul menjelaskan bahwa proses pembelajaran tahun ajaran baru akan dimulai pada Juli 2026 dengan kapasitas siswa yang meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Insyaallah akan kita mulai pembelajarannya pada bulan Juli yang akan datang dengan alokasi siswa mencapai 32.000 untuk tahun ini. Tahun lalu 15.000 lebih, artinya kalau digabung tahun ini sudah ada sekitar 46.000 lebih siswa sekolah rakyat. Itu yang akan kami laporkan,” kata Gus Ipul.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga terus memastikan bantuan sosial berjalan lebih tepat sasaran melalui pemutakhiran data penerima manfaat. Pemerintah berharap berbagai program pemberdayaan yang dijalankan dapat membantu masyarakat lebih mandiri secara ekonomi.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi fondasi lahirnya generasi muda yang unggul, mandiri, dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang.

[w.R]