JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh perempuan Indonesia melalui pendekatan promotif dan preventif yang semakin terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 yang mengusung tema penguatan akses setara dan layanan unggul bagi perempuan. Forum lintas sektor ini menjadi momentum penting untuk memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan, sekaligus memperkuat peran strategis perempuan sebagai pilar kesehatan keluarga.

Pemerintah menempatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai instrumen utama dalam mendorong deteksi dini dan pencegahan penyakit. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengurangi risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa tantangan kesehatan nasional tidak hanya berkaitan dengan usia harapan hidup, tetapi juga kualitas hidup yang sehat. Ia menegaskan bahwa deteksi dini melalui pemeriksaan rutin menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Fokus kita adalah memperpanjang masa hidup sehat, bukan sekadar umur panjang. Pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, gula darah, dan lemak darah sangat penting untuk mencegah penyakit kronis sejak dini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program CKG menjadi langkah strategis dalam mendorong masyarakat untuk lebih proaktif menjaga kesehatan. Pemerintah terus mengedukasi masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri, melainkan menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup.

Selain itu, peran perempuan dalam sistem kesehatan keluarga menjadi perhatian utama. Pemerintah mendorong penguatan peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu menjaga kesehatan anggota keluarga secara mandiri.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengatakan bahwa kesehatan perempuan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat dan tangguh. Karena itu, akses layanan kesehatan harus terus diperluas,” katanya.

Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan program preventif seperti CKG, pemerintah optimistis dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing. Langkah ini sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam melindungi dan meningkatkan kualitas hidup perempuan secara berkelanjutan.